Senin, 05 Mei 2014

kondisi politik 9 april

    kondisi politik 9 april telah banyak melenceng dari pada kaidah politik. seorang politisi harus mampu menggalang suara terbanyak agar bisa terpilih berdasarkan kesepakatan kesepakatan pemerintah yang menganjurkan untuk pileg di lakukn secara demokrasi agar tercipta poltik yang jujur dan adil dimata publik sehingga bisa menciptakan wakil rakyat yang peduli terhadap kondisi rakyatnya.
    pemilihan umum yang berlangsung pada 9 april lalu ternyata banyak yang keluar dari pada aturan-aturan yang sudah dibuat oleh pemerintah yang tertera pada undang-undang no 22 tahun 2007 tentang penyelenggara pemilu, sehingga banyak elit yang mengatakan bahwa suara rakyat adalah suara tuhan ada juga yang mengatakan bahwa politik berasal dari rakyat,oleh rakyat, dan untuk rakyat.
    Semua yel-yel yang keluar dari sekolompok elit-elit ternyata cuman sebagai hiasan belaka agar bisa membuat rakyat tetipu dengan mereka, sehingga pada akhirnya mereka menjual seluruh aspirasi rakyat demi kepentingan pribadinya, yang paling sadisnya juga sebagian dri mereka sengaja memakai bait-bait tuhan untuk menutupi kohongan mereka.
    Suara tuhan adalah suara rakyat, kini telah sirnah di telan bumi dan bisa dikatakan sebagai suara rakyat adalah suara syaitan, kenapa demi kian......? karena sebagian dari mereka melupakan bahkan menggap masyarakat tidak mempunyai nilai apa-apa, ibaratkan barang haram yang harus meraka jauhi dan mereka tinggalkan, jadi marila wahai generasi muda kita bangkit dan kembali mengharumkan nama baik bangsa ini.

Minggu, 04 Mei 2014

politik indonesia

politik yang berlangsung di indonesia.

    Sistem politik di indonesia merupakan sitem plitik yang demokrasi dimana, seorang caleg bisa menduduki kursi DPRD harus memiliki jumlah suara terbanyak, sehingga di santero tanah air di kenal dengan" suara rakyat adalah suara tuhan". seorang caleg harus mampu mneambil hati masyarakat dengan menujukan kualitas dan budi pekerti yang baik di mata masyarakat.
    Pileg 2014 yang jatuh pada 9 april lallu ternya telah banyak menyingkir dari nila-nilai demokrasi yang telah di tanamkan pada masyarakat, sehingga masyarakat menganggap politik sebagai ajang pembawa kehancuran bagi masyarakat itu, pendapat ini didasari leh sekelompok orang yang menjual aspirasi masyarakat demi kepentingan pribadinya.
    Politik indonesia yang demokrasi seakan-akan telah hilang ditelan bumi, begitu juga dengan kalimat yang mengatakan kalau suara rakyat adalah suara tuhan, nyatanya hal itu berubah  menjadi suara rakyat adalah suara syaitan, kenapa begitu.....,? karena sebagian elit telah menjual aspirasi rayat demi mementingkan kepentinganya.